Siti Fatimah

Alumnus PPS UNNES bekerja di SMP 2 Kudus sejak tahun 1995 Mata Pelajaran IPA...

Selengkapnya
Penantian....

Penantian....

Menanti memang pekerjaan yang paling menjemukan dan membosankan. Penentianku kali ini justru tidak membuatku jemu atau bosan, tetapi membuatku galau, dan resah. Bagaimana tidak. Sudah dua hari putra bungsuku pergi berwisata dengan teman-temannya. Mereka berwisata ke daerah malang dan sekitarnya. Menurut informasi dari paguyuban kelas 6 SD 3 demaan, lokasi wisatanya meliputi Jatim Park I, Museum Angkot, Agrowisata, dan BNS (Batu Night Spectacular). Wisata yang cukup jauh untuk anak seusia kelas 6 SD, tetapi terlpancar kebahagiaan di mata mereka. Anak-Anak ini seperti tidak mengenal lelah, takut, atau khawatir dengan perjalanan jauh yang bakal ditempuhnya. Justru orang tua merekalah yang terlalu mengkhawatirkan kondisi putra-putrinya yang baru pertama kali bepergian jauh tanpa didampingi orang tua. Aku pun mengkhawatirkan anakku.

Dia seringkali mabuk darat bila bepergian jauh. Kepalanya pusing, perutnya mual dan akhirnya isi perut pun dimuntahkan. Kali ini aku harus merelakan dia pergi dengan teman - temannya, yang didampingi oleh guru, dan beberapa wali siswa yang tidak tega melepaskan anaknya. Aku mencoba mempersiapkan kondisinya, agar dia selalu sehat dan tidak mabuk darat seperti biasanya.

Aku merasa lega melihat foto-foto yang di unggah di Group WA kelas enam. Dalam foto terlihat keceriaan dan kegembiraan hati mereka. Dalam bayanganku, wisata lancar tanpa masalah. Semoga saja begitu. Aku pun sesekali meneponnya untuk mengetahui kabar beritanya. alhamdulilah.....semua baik-baik saja.

Malam ini, adalah malam penantian. Menanti kedatangan putraku dari wisata. menurut jadwal, mereka akan sampai kembali di sekolah pukul 03.00 dini hari. Aku mencoba untuk merebahkan badan sejenak, tetapi matuku tak mau terpejam. Mungkin khawatir tertidur, dan keblablasan. Akhirnya aku bangun, dan mengambil laptopku untuk mengusir rasa kantuk.

Gurusiana pun kusambangi dan kuceritakan penantianku ini, agar rasa galau dalam hatiku berkurang. Semoga mereka semua selamat dan dapat kembali ke rumah lagi. Ayo Denaga, segeralah pulang, aku menantimu.

Cikfat.27.09.2018

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Sabar bunda, sungguh bukti cinta seorang ibu

27 Sep
Balas

Iya Pak...sambil menunggu, membaca tulisan pak Mulya yang banyak sekali hari ini. mantaps..

27 Sep

Wah malah bunda tulisannya lebih banyak malah, keren lagi tulisannya

27 Sep

Bisa menulis kapanpun, di manapun dan dalam situasi bagaimanapun itulah ciri-ciri gurusianer sejati

28 Sep
Balas

Denaga segera kembali ke pelukan bundanya dengan selamat. Memang begitu ya cikgu, mata ndak bisa pejam kalau si buah hati belum pulang. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah...cikgu.

27 Sep
Balas

Aamiin.....Salam sehat dan sukses selalu untuk Bunda Rahaina. Barakallah

27 Sep

Gimana cik sudah tidak galau lagi, Denaga sudah pulang kan, memang seorang ibu itu tidak bisa lepas dan selalu memikirkan anaknya. Semiga selalu sehat dan salam literasi.

28 Sep
Balas

Sudah. Tadi jam 2.15.. Alhamdulillah semuanya baik

28 Sep

Penantian seorang bunda yang tertuang dalam rangkaian kata yang apik....Barakallah bunda....

27 Sep
Balas

Iya bu Rini....ini masih menunggu. "Ngalong" menurut bahasanya pak Mulya

28 Sep

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali