Siti Fatimah

Alumnus PPS UNNES bekerja di SMP 2 Kudus sejak tahun 1995 Mata Pelajaran IPA...

Selengkapnya

Teman Sejati

Hari ini aku memperoleh pelajaran yang sangat berharga, tentang pertemanan dan persahabatan. Teman sejati itu adalah teman yang selalu ada saat suka maupun duka. Tidak hanya ada di saat suka dan saat dia butuh kita saja, tetapi di kala kita sedang dalam masalah, seorang teman sejati akan dengan ikhlas membantu.

Hari ini aku inengucapkan terima kasih pada pak Suharto yang telah peduli padaku ketika yang lain hanya melihat kegalauanku. Kegalauan seorang ibu. Kekhawatiran seorang ibu pada putranya.

Yah...waktu itu, aku ikut ke lokasi perkemahan di daerah Buper desa Kajar. Jaraknya sekitar 10 km dari sekolahku. Biasanya aku mengendarai motor sendiri, tapi kali ini aku numpang mobil temanku. Maksud hati biar ada kebersamaan dan kekompakan antar teman, tetapi malang memang tidak bisa ditolak.

Saat itu aku juga punya jadwal menjemput anakku yang pulang jam 10.30. Sekarang sudah jam 11. Temanku yang tadi ku pesan untuk pulang bareng, masih asyik menemani bapak Kepala sekolah. Mungkin dia segan untuk mendahuluinya .Jarum jam terus bergerak, aku pun semakin galau. Teman-teman ku hanya melihat kegalauanku saja, karena mereka naik ke Buper juga numpang , seperti aku. Aku berjalan mondar mandir tapi ada satu pun yang peduli . Akhirnya aku berpamitan pada mereka. " Bu, mau ke mana?" Tanya salah satu temanku.

" Mau pulang Bu, jemput anak. Anakku sudah pulang dari jam 10.30. Sekarang sudah hampir jam 11. 30, aku khawatir dia sudah gak ada temannya di SDnya." Jawabku .

" Mau pulang bareng siapa Bu? Tanya nya lagi.

"Pulang sendiri bu, coba naik angkot." Jawabku sambil keluar dari lokasi persami. Ketika aku berjalan ke arah jalan raya untuk mencari angkot, aku bertemu dengan pak Harto. Dia menanyaiku seperti temanku sebelumnya, tapi respon yang diberikan berbeda.

Dia langsung menawarkan kendaraan untuk kupakai pulang. Aku hampir tak percaya. Aku menanyakan sekali lagi penawarannya itu. Dan semua benar adanya. Dia mengajakku dan menunjukkan lokasi sepeda motornya. Kunci motor pun diberikan kepadaku. Dengan cepat aku stater motor Beatnya yang sudah agak tua, dan kutarik gas, dan akhirnya aku melaju menuruni gunung Muria dengan harapan anakku masih ada temannya di sekolahnya.

Alhamdulillah... hari gini masih ada teman sejati. Sekali lagi terima kasih temanku, aku tidak bisa membalas kebaikanmu. Hanya doa yang kupanjatkan, semoga engkau selalu sehat, dimudahkan segala urusanmu, dan sukses selalu

#edisi galau

Cikfat. 22.08.2018

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Aamiin ya robbal alaamiin. Semoga selalu ada teman sejati di sekitar kita. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah...cikgu. Semoga kegalauan segera berlalu.

22 Sep
Balas

Iya. Bun. Semoga saja teman sejati itu ada. Aamiin. Salam sehat dan sukses selalu untuk Bunda Raihana

23 Sep

Iya, teman sejati itu memang benar-benar ada, walaupun hanya ada beberapa orang di antara ribuan, saya juga mengalaminya. Di saat yang lain menjauh hanya dia yang selalu perduli. Smoga kita selalu bisa jadi teman baik ya cik

24 Sep
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali